BISNIS SAMPINGAN DUTA MANUNGGAL ABADI
PROFIL PERUSAHAAN
PT. DUTA MANUNGGAL ABADI adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Perdagangan Umum dan Jasa Pemasaran yang memberikan manfaat dan peluang bisnis untuk para Pelanggan/Member dengan berbasis E-Commerce, dengan meluncurkan suatu Konsep Marketing yang HANDAL, AMAN & MUDAH DIJALANKAN. Didukung dengan Management dan IT yang Profesional, serta Marketing Plan yang memberikan Manfaat dan Peluang besar kepada para Pelanggan/Member.
FALSAFAH : Kejujuran, Kebersamaan dan Kerja Cerdas
VISI : Menjadi Perusahaan yang sehat dan Profesional menuju kemakmuran Bersama.
MISI :
Membentuk SDM yang profesional dan bertaqwa kepada Tuhan YME
Menciptakan lapangan kerja baru untuk hidup yang lebih baik
Memberikan sumber penghasilan baru
Berperan serta mencerdaskan Anak Bangsa
Mendorong pertumbuhan perekonomian negara dengan kejujuran dan kebersamaan
BINARY PLAN (KOMISI HARIAN)
Komisi Sponsor
Anda akan mendapatkan Komisi Sponsor sebesar Rp. 20.000,- Setiap Anda mereferensikan 1 orang untuk bergabung pada DUTA NETWORK, tanpa batasan jumlah dan level, maupun posisi.
Contoh : Anda mensponsori A,B dan C. Maka komisi Anda adalah :
3 X Rp. 20.000,- = Rp. 60.000,-
Komisi Pasangan/Keseimbangan dan Pulsa HP
Anda akan mendapatkan Komisi Pasangan (Keseimbangan) sebesar Rp. 22.500,- cash ditambah Komisi Pulsa Handphone sebesar Rp. 7.500,- . Setiap terjadi 1 (satu) keseimbangan jumlah jaringan sebelah kiri dan kanan. Potensi Komisi Pasangan (Keseimbangan) Anda (Flush Out) Rp. 300.000,-/hari dan Rp. 120.000,- pulsa/hari ( 12 kiri : 12 kanan / hari ).
Contoh : Jika di kiri berjumlah 3 dan kanan 3 ( bagaimanapun bentuknya ), maka komisi pasangan Anda adalah:
3 pasangan X Rp. 22.500,- = Rp. 67.500,- cash
Komisi Pengembangan (Titik)
Anda akan mendapatkan Komisi Pengembangan / Titik sebesar Rp. 1.000.- per titik (member) apabila terjadi penambahan jumlah member dalam jaringan Anda, sampai dengan kedalaman 20 Level tidak harus seimbang. Potensi Komisi Pengembangan (Titik) yang bisa Anda peroleh Rp. 2.097.150.000,-.
Komisi Duplikasi
Komisi Duplikasi (Generasi) adalah komisi yang diberikan kepada Anda apabila Member yang Anda Sponsori mendapatkan komisi Keseimbangan sampai
kedalaman 3 Generasi.
Generasi I : Rp. 2.000,-
Generasi II : Rp. 2.000,-
Generasi III : Rp. 2.000,-
MAKA POTENSI KOMISI YANG BISA ANDA DAPATKANKomisi Sponsor : Rp. 20.000,- X 4 = Rp. 80.000,-
Komisi Pasangan : Rp. 22.500,- X 3 = Rp. 67.500,-
: Rp. 7.500,- X 3 = Rp. 22.500,- pulsa
Komisi Pengembangan : Rp. 1.000,- X 7 = Rp. 7.000,-
TOTAL = Rp. 177.000,-
Potensi Komisi Duplikasi yang bisa Anda dapatkan apabila dengan pensponsoran sebanyak 5 orang adalah :Generasi I : Rp. 2.000,- x 5 x 12 = Rp. 120.000,-/hari
Generasi II : Rp. 2.000,- x 25 x 12 = Rp. 600.000,-/hari
Generasi III : Rp. 2.000,- x 125 x 12 = Rp. 3.000.000,-/hari
TOTAL : Rp.3.720.000,-/hari
KOMISI ROYALTI PULSA
Komisi Royalti Pulsa adalah Komisi sebesar Rp 10,- setiap terjadi transaksi/ penjualan pulsa yang dilakukan oleh Member di dalam jaringan Anda hingga
kedalaman 10 Level (1024 member).
Potensi Komisi Royalti PulsaPotensi Komisi Royalti Pulsa
Level Member Komisi Transaksi Total
1 2 10 3 60
2. 4 10 3 120
3. 8 10 3 240
4. 16 10 3 480
5. 32 10 3 960
6. 64 10 3 1.920
7. 128 10 3 3.840
8. 256 10 3 7.680
9. 512 10 3 15.360
10 1024 10 3 30.720
61.380
Ilustrasi di atas jika member melakukan transaksi sebanyak 3 kali dalam sehari maka potensi penghasilan Anda dalam 1 bulan adalah : 62.380 x 30 = 1.841.400
KOMISI SPILLONAS (SPILLOVER NASIONAL)
Program Spillonas adalah Program penataan jaringan secara otomatis oleh system komputer berdasarkan member yang masuk di program ini setiap hari. Anda akan mendapatkan Rp. 1000,- setiap computer menambahkan member Spillonas di dalam jaringan Spillonas Anda sampai dengan 15 Level . Maka potensi penghasilan Anda adalah :
POTENSI PENGHASILAN SPILLONAS Per 1 Hak UsahaLevel Jumlah Member Komisi Total Komisi
1. 2 Rp. 1.000,- 2.000,-
2 4 Rp. 1.000,- 4.000,-
3. 8 Rp. 1.000,- 8.000,-
4. 16 Rp. 1.000,- 16.000,-
5. 32 Rp. 1.000,- 32.000,-
6. 64 Rp. 1.000,- 64.000,-
7. 128 Rp. 1.000,- 128.000,-
8. 256 Rp. 1.000,- 256.000,-
9. 512 Rp. 1.000,- 512.000,-
10. 1.024 Rp. 1.000,- 1.024.000,-
11. 2.048 Rp. 1.000,- 2.048.000,-
12. 4.096 Rp. 1.000,- 4.096.000,-
13. 8.192 Rp. 1.000,- 8.192.000,-
14. 16.384 Rp. 1.000,- 16.384.000,-
15. 32.768 Rp. 1.000,- 32.768.000,-
Selasa, 20 Januari 2009
belajar bisnis SAMPINGAN oke
Diposting oleh Irhams di 05.41 0 komentar
Label: bisnis
Senin, 05 Januari 2009
INSTRUKSI UNTUK MENYIAPKAN DAN MENYAJIKAN
INSTRUKSI UNTUK MENYIAPKAN DAN MENYAJIKAN
KARYA TULIS ILMIAH STANDARDISASI 2008
Arfan Bakhtiar*), Diana Puspitasari**)
*)Program Studi Teknik Industri Undip
**) Program Studi Teknik Industri Undip
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang – Semarang 50275
Telp/Fax. 024-7460052
arfbakh@yahoo.com
dianapus@industri.ft.undip.ac.id
Abstraksi
Artikel ini mengilustrasikan persiapan karya tulis dengan menggunakan MS-WORD. Karya tulis sebaiknya tidak berbentuk nomor. Karya tulis ditulis dalam bahasa indonesia. Panjang dari karya tulis sebaiknya antara 10 sampai 15 halaman, dalam format ini menggunakan A4 yang tulis dengan 2 kolom. Judulnya sebaiknya termasuk judul yang singkat, penulis, dan sebuah abstraksi sekitar 200 kata yang ditulis diawal karya tulis. Organisasi, alamat dan kode pos, dan telepon dan nomor fax dan juga alamat email yang ditulis dibawah nama penulis. Karya tulis dimulai dengan judul yang menggunakan ukuran huruf 16 Times New Roman. Lalu dikuti dengan detil dari setiap penulis dengan ukuran huruf 10 Times New Roman. Abstrasi ditulis dengan ukuran huruf 10 Times New Roman. Pada bagian judul diberi garis tebal (bold) dengan ukuran huruf 12 Times New Roman. Sisanya dari karya tulis sebaiknya menggunakan tipe huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 11. Jika ada pertanyaan, silahkan mengirim pesan ke lkti.standardisasi@gmail.com atau mengunjungi website Teknik Industri UNDIP dengan alamat industri.ft.undip.ac.id
Pendahuluan
Cara yang paling mudah adalah pastikan sesuai dengan persyaratan untuk digunakan dalam dokumen ini copy lalu paste isi dari karya tulismu ke dokumen. Format utama dari karya tulis adalah terdiri dari 2 kolom dengan spasi 1 cm. Bagian heading sebaiknya ringkas dan diurutan berdasarkan nomor, digunakan sistem decimal untuk sub bab. Untuk penekanan kata sebaiknya menggunakan garis miring. Penulisan makalah mengikuti garis besar sistematika sebagai berikut :
Latar Belakang
Landasan Teoritis (Literature Review)
Metodologi dan data
Analisis
Kesimpulan dan rekomendasi
Heading
Heading sebaiknya jumlahnya tidak lebih dari 1 baris, dan sebaiknya tepat diletakkan dikiri
II.1 Second – Level Heading
Bagian selanjutnya dari heading adalah diberi garis tebal, Heading diletakkan pada sebelah kiri dengan margin kiri
II.1.1 Third-Level Heading
Third level heading mengikuti gaya second level heading. Dan hindari penggunaan lebih dari third-level heading
Tinjauan Pustaka
Bagian – bagian, dalil – dalil, kesimpulan - kesimpulan, pernyataan – pernyataan, contoh – contoh, pendapat – pendapat, gambar – gambar, dan tabel – tabel secara beruntun diberi nomor dalam tiap kategorinya.
Rujukan di buat dalam Parenthetical Reference
Contoh: ( lihat bagian yang di highlight)
…. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2004 diperkiranka sebesar 4,2-4,7 persen (Bank Indonesia, 2004)
Tabel 1: Sebuah tabel atau gambar harus memiliki judul yang jelas
Gambar Dan Tabel
Setiap gambar harus memiliki judul gambar di bawah gambar tersebut sedangkan judul tabel harus berada di atas tabel tersebut. Setiap kata harus ditulis dalam huruf kecil kecuali karakter pertama dari tiap – tiap kata ditulis huruf besar dengan ukuran huruf Times New Roman 10. Setiap gambar dan tabel harus dinomori secara berurutan.
Gambar 1: Judul dari gambar harus muncul di bawah gambar
Tabel 2: Judul dari tiap tabel harus berada di atas tabel tersebut
Mengutip Referensi
Setiap referensi harus ditulis dengan urutan penulis, tahun publikasi, judul atau sumber. Nama jurnal, nama/judul proceedingnya, dan judul buku harus dicetak miring dan huruf kapital untuk setiap kata. Judul artikel harus datar dan hanya karakter pertama yang huruf besar. Tahun terbit harus muncul setelah nama penulis, tahun publikasi, dan judul artikel. Nomor volum jurnal harus dicetak tebal. Urutan nomor volum tidak diperlihatkan kecuali ada kerancuan. Corak dari referensi diilustrasikan. Tiga atau lebih penulis dari referensi hanya ditulis penulis pertama diikuti et al. Sebagai contoh (Yoshimura et al. 1990). Sangat direkomendasikan untuk menghindari sumber dari web jika ketersediaan sumbernya tidak dapat dijamin. Jika ada sumber dokumen resmi, sebagai contoh sebuah jurnal, untuk dokumen yang sama, dimohon untuk merujuk pada dokumen resmi. Namun jika kamu menggunakan sumber dari web, maka judul, nama penulis, dan tahun pembuatan, harus diklarifikasi sedetail mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Alwan, Layth C. 2000. Statistical Process Analysis. Singapore : Mc Graw- hill International edition.
Fryman, Mark A. 2002. Quality and Process Improvement. Thomson Learning. United States of America.
Kume, Hitoshi. 1985. Metode Statistik untuk Peningkatan Mutu. Jakarta: PT. Melton Putra.
Mitra, Amitava. 1993. Fundamental of Quality Control and Improvement. New York: Macmillan Publishing Company.
Montgomery, Douglas C. 1993. Pengendalian Kualitas statistik. New York: McGraw- Hill. Inc.
Diposting oleh Irhams di 22.06 1 komentar
Label: lain lain
Kaki bengkak (ankle edema)
Kaki bengkak (ankle edema) adalah pembengkakan pada tungkai bawah yang disebabkan oleh penumpukan cairan pada kaki tersebut.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan ankle edema ini. Faktor yang berperan adalah kadar protein (albumin) dalam darah yang rendah, fungsi pompa jantung menurun, sumbatan pembuluh darah atau pembuluh limfe, penyakit liver dan ginjal kronis, posisi tungkai terlalu lama tergantung (gravitasi).
Ankle edema ini terjadi pada kedua tungkai tetapi dapat juga terjadi pada satu tungkai saja. Ankle edema hanya satu tungkai saja disebabkan karena aliran pembuluh darah atau pembulih limfe tersumbat, sumbatan ini dapat terjadi karena darah yang kental lalu membeku didalam pembuluh darah atau massa tumor yang menekan pembuluh darah atau pembuluh limfe.
Pemeriksaan yang dilakukan sangat mudah yakni dengan menekan pada daerah mata kaki akan timbul cekungan yang cukup lama untuk kembali pada keadaan normal. Pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penyebab dari ankle edema adalah menentukan kadar protein darah dan di air seni (urin), pemeriksaan jantung (Rontgen dada, EKG), fungsi liver dan ginjal.
Pengobatan awal yang dapat dilakukan dengan mengganjal kaki agar tidak tergantung dan meninggikan kaki pada saat berbaring. Pengobatan lanjutan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
1 bulan lalu
Pergelangan kaki bengkak bisa akibat cedera atau penyakit tulang, otot dan sendi. Penyebabnya secara umum akibat reaksi inflamasi/peradangan di daerah tersebut, antara lain asam urat, rheumatoid arthritis dll. Kalau mau lebih jelas periksa ke dokter bedah tulang, dokter penyakit dalam atau dokter spesialis akupunktur.
1 bulan lalu
Filariasis limfatik di Indonesia disebabkan oleh
W.
bancrofti,
B.
malayi dan
B.
timori, menyerang kelenjar dan pembuluh getah bening. Penularan terjadi melalui
vektor nyamuk Culex spp.,
Anopheles
spp., Aedes
spp.
dan Mansonia spp.
Dalam perjalanan penyakit, filariasis bermula dengan adenolimfangitis kuta ber-
ulang dan berakhir dengan obstruksi menahun dari sistem limfatik, dengan masa
prepaten/ inkubasi, gejala klinik akut dan menahun.
Gejala klinik akut merupakan limfadenitis dan limfangitis akuta disertai panas dan
malaise. Pada filariasis bancrofti sering terjadi funikulitis, epididimitis, orchitis, adeno-
limfangitis inguinal/aksila dengan limfangitis retrograd. Pada filariasis brugia, limfade-
nitis terutama terjadi pada kelenjar inguinal, dengan limfedema pada pergelangan kaki
dan kaki. Pada saat serangan penderita tidak mampu bekerja selama beberapa hari.
Penderita dapat ditemukan amikrofilaremik ataupun mikrofilaremik.
Gejala menahun terjadi 1015 tahun setelah serangan pertama, berupa cacat yang
mengganggu aktivitas, berupa hidrokel, chyluria, limfedema dan elefantiasis pada fila-
riasisbancrofti dan elefantiasis tungkai sebawah lutut/siku. Mikrofilaremi jarang
ditemukan pada saat ini.
Diagnosis klinik ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan klinik untuk me-
nentukan angka kesakitan akut dan menahun (ADR dan CDR). Diagnosis parasitologik
ditegakkan dengan ditemukannya mikrofilaria dalam peredaran darah. Deteksi antigen
dengan cara immunodiagnosis dapat dipakai pada masa prepaten/inkubasi, amikrofi-
laremi dan gejala menahun.
Dietilkarbamasin adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh, aman, murah dan
belum menunjukkan adanya resistensi obat. Reaksi samping dapat diatasi dengan obat
simptomatik. Dosis standard adalah dosis tunggal 5 mg/kgBB/hari, 15 hari untuk
filariasis bancrofti dan 10 hari untuk filariasis brugia.
Pemberantasan filariasis meliputi pengobatan, pemberantasan nyamuk dan
penyuluhan, dengan tujuan menurunkan ADR, mf
rate
dan mempertahankan CDR.
Pengobatan massal dilaksanakan bila ADR > 0% dan mf
rate
> 5%, bila ADR 0% dan
mf
rate
<
5%
diadakan pengobatan selektif.
Diposting oleh Irhams di 20.36 0 komentar
Label: KESEHATAN
BAKSO URAT UUENAK
RESEP DASAR BAKSO URAT
Bahan :
300 gr daging sengkel, 1 siung bawang putih, cincang halus, 1 sdt garam, sdt merica bubuk, 2 sdm tepung kanji, 2 putih telur
1. Haluskan sengkel dengan cara dicincang halus atau digiling
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica. Aduk rata, masukkan tepung kanji, aduk rata, uleni sambil masukkan putih telur hingga adonan kalis (kurleb 30 menit)
3. Bentuk adonan menggunakan 2 sendok menjadi bola-bola bakso. Rebus dalam air mendidih hingga bola-bola bakso mengapung, angkat, tiriskan
RESEP DASAR BAKSO IKAN
Bahan :
300 gr daging ikan tenggiri (fillet); 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng garing, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 4 sdm tepung kanji
1. Cincang atau blender daging ikan
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica, remas-remas sampai tercampur rata. Masukkan tepung kanji, aduk atau uleni sampai tercampur rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan
RESEP DASAR BAKSO UDANG
Bahan :
300 gr udang kupas; 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng kering, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 1 sdm tepung kanji
1. Haluskan udang dengan cara diulek/dicincang halus/dipukul-pukul dengan pemukul daging
2. Uleni dan banting-banting hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Tambahkan bawang putih, garam, merica dan tepung kaji, remas-remas hingga rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan
Diposting oleh Irhams di 20.35 0 komentar
Label: DAPURKU
cara bikin bakso sendiri
cara bikin bakso sendiri
bahan
-daging segar 0.5kg
-terigu 0.5kg
-tapioka 0.5kg
-bawang putih 1 bonggol
-garam n merica secukupnya
-penyedap rasa 1 sachet
cara bikin
-semua bahan diblender dicampur dengan sedikit es batu
-bahan yang udah diblender dikepal ditangan trus dipecototin (sorry ga tahu istilahnya di bahasa indonesianya ma'af2) diambil dengan sendok lalu dimasukkan ke air mendidih
-kalo baksonya dah ngambang diambil n ditiriskan
MEMBUAT BAKSO SENDIRI
(Seri Teknik Masak Primarasa)
BAHAN UTAMA
Daging sapi
Pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin
Ikan
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat
Udang
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus
Ayam
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua
TEKNIK MEMBUAT BAKSO
Membuat adonan
Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.
Membentuk adonan
Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang
MENYIMPAN BAKSO
Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.
Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.
RESEP DASAR BAKSO SAPI
Bahan :
300 gr daging sapi segar, sdt garam, 2 siung bawang putih, cincang halus, sdt merica bubuk, 1-2 sdm tepung kanji, 1 putih telur
1. Cincang atau giling daging sampai halus, campur bersama garam, aduk
2. Uleni sampai adonan lembut dan bisa dipulung (kurleb 30 menit). Lalu masukkan bawang putih dan merica
3. Setelah adonan rata, masukkan tepung dan putih telur, aduk sampai tercampur
4. Bentuk adonan menjadi bulatan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih hingga bakso mengapung, angkat, tiriskan
Diposting oleh Irhams di 20.33 0 komentar
Label: dapur
TEKNIK MENULIS LAPORAN PENELITIAN KARYA ILMIAH (II)
MENULIS LAPORAN HASIL PENELITIAN
Menulis laporan hasil penelitian, tidak berbeda dengan menyusun tulisan ilmiah populer lainnya. Secara teknis, bedanya pada kerangka tulisan. Tulisan ilmiah hasil penelitian harus ditulis berdasarkan kerangka yang sudah baku. Kerangka laporan hasil
penelitian terdiri atas, Pendahuluan, Kajian Teori, Metodologi Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan, serta Simpulan dan Saran, yang ditambah dengan lampiran-lampiran bukti hasil penelitian.
Untuk lebih jelasnya, kerangka tulisan ilmiah, kita uraikan sebagai berikut.
Pendahuluan
Bab Pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah, yaitu bab yang berisi hal-hal umum yang dijadikan landasan kerja penyusun. Pendahuluan dalam karya ilmiah biasanya terdiri atas (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Pembatasan Masalah, (4) Tujuan Penelitian, dan (5) Manfaat Penelitian. Latar belakang masalah merupakan uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap suatu masalah atau problematika yang muncul, dapat ditulis dalam bentukan uraian paparan atau poin-poin saja. Identifikasi masalah merupakan kumpulan masalah yang berhasil diurai atau dipetani (meminjam istilah Direktur Bindiklat, Sumarna Suranapranata, Phd.). Sedangkan pembatasan masalah diambil dari bagian-bagian identifikasi masalah yang akan diteliti. Biasanya tidak semua masalah yang berhasil diidentifikasi diteliti karena keterbatasan biaya, waktu, dan kemampuan. Tujuan penelitian diambil dari batasan masalah. Jika salah satu batasan masalah yang dirumuskan dalam kalimat tanya itu, berbunyi, “Bagaimana hasil belajar dengan menerapkan metode tanya jawab, maka tujuan penelitiannya ialah mengetahui hasil pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab. Sedangkan manfaat penelitian bisa dituliskan manfaat untuk si peneliti atau guru, lembaganya dan bagi dunia pendidikan pada umumnya.
Kajian Teori
Kajian teori atau kerangka teori berisi prinsip-prinsip teori yang memengaruhi dalam pembahasan. Prinsip-prinsip teori itu berguna untuk membantu gambaran langkah dan arah kerja. Kerangka teori akan membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti. Artinya, kerangka teori harus bisa memberikan gambaran tata kerja teori itu. Misalnya, kerangka teori untuk menganalisis kesalahan (Anakes) kebahasaan kita menggunakan teori yang berhubungan dengan itu, misalnya dengan membuat rujukan buku karya Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa, Penerbit Angkasa, Bandung.
Metodologi Penelitian
Penelitian ilmiah harus menggunakan metode atau teknik penelitian. Menurut Wiradi (1998;9) metode adalah seperangkat langkah yang tersusun secara sistematis. Metode penelitian seperti deskriptif, komparatif, eksperimen, sensus, survai, kepustakaan, dan metode penelitian tindakan kelas (PTK).
Analisis atau Pembahasan
Bab analisis ini merupakan bab yang terpenting dalam penelitian ilmiah. Dalam bab ini akan dilakukan kegiatan analisis, sintesis pembahasan, interpretasi, jalan keluar dan beberapa pengolahan data secara tuntas.
Simpulan dan Saran
Pada bagian ini berisi simpulan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Simpulan yang dimaksud adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Simpulan ini diperoleh dari uraian analisis, interpretasi, dan deskripsi yang tertera pada bab analisis. Selanjutnya, saran-saran penulis tentang metodologi penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, dan beberapa saran yang mempunyai relevansi dengan hambatan yang dialami selama penelitian.
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Menyusun laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada hakikatnya tidak berbeda dengan menyusun laporan penelitian lainnya. Bedanya, pada PTK penekanannya pada hasil penelitian tidak dilakukan dengan mengolah data kuantitatif, tetapi membuat laporan perkembangan siklus. Peneliti mendeskripsikan kegiatan pembelajaran pada setiap siklusnya, dengan tahap-tahap tindakan seperti perencanaan tindakan, analisis, refleksi, observasi dan tindakan, dan seterusnya.
SIMPULAN
Setelah mencermati uraian mengenai teknis penyusunan laporan penelitian di atas, kita bisa mengambil simpulannya. Agar kita tidak mengalami hambatan dan lancar dalam penyusunan laporan penelitian, maka kita harus: (1) banyak membaca buku-buku yang terkait dengan laporan penyusunan karya ilmiah kita, (2) mencari master laporan yang sudah jadi, untuk copy the master, (3) mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang
kita butuhkan yang berkaitan dengan objek yang diteliti, (4) memahami kerangka laporan karya ilmiah, dan (5) meneguhkan niat di dalam hati, bahwa laporan penelitian itu harus selesai sebagai bentuk tanggung jawab kita, (6) menepati jadwal penyusunan laporan karya ilmiah yang sudah kita susun. Apabila semua langkah itu dilaksanakan, maka pembuatan laporan karya tulis ilmiah itu tidak akan pernah terkatung-katung. Nah, Anda mau mencoba? Why not?
Diposting oleh Irhams di 20.25 0 komentar
Label: tips dan tutorial
TEKNIK MENULIS LAPORAN PENELITIAN KARYA ILMIAH (I)
TEKNIK MENULIS LAPORAN PENELITIAN KARYA ILMIAH
By
NASIN EL-KABUMAIN
PENDAHULUAN
Menulis laporan penelitian karya ilmiah acap kali menjadi masalah bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal penelitian ilmiah, atau bahkan sudah melaksanakan penelitian. Berbagai alasan klise seperti kesibukan, sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi kambing hitam atas ketidakberdayaan kita menyelesaikan laporan hasil penelitian karya ilmiah. Walhasil, setelah berbulan-bulan penelitian ilmiah dilaksanakan laporan hasilnya belum juga selesai. Banyak kasus, mahasiswa yang sudah menyelesaikan Ujian Negara masih terkatung-katung karena belum menyelesaikan skripsi atau tesisnya.
Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis. Sebagaimana kita maklumi, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih menjadi masalah di negeri kita. Alwasilah (2000) menjadikan kelahiran buku secara nasional menjadi ukuran betapa sulitnya membuat tulisan. Daddy Pakar seorang praktisi bahasa (2001) menyebutkan di masa subur proyek saja kelahiran buku baru setiap tahunnya hanya 2.000 judul buku baru, kalah jauh dengan Malaysia yang penduduknya sedikit setiap tahunnya mampu melahirkan 8.000 judul buku baru. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara maju.
Keterampilan menulis memang tidak bisa lahir dengan serta merta. Diperlukan kolaborasi antara talenta manusia dengan wawasan kebahasaan. Talenta melahirkan semangat menulis, dan wawasan kebahasaan menjadi bekal untuk terampil menulis. Talenta saja tidak cukup, sebab sebagai sebuah skill, seperti halnya naik sepeda, kegiatan menulis perlu dilatih atau diasah. Semakin sering berlatih, maka kemampuan menulis akan semakin baik. Untuk sekedar naik sepeda, hanya diperlukan waktu sekitar satu bulan, dan untuk menjadi seorang atlet balap sepeda, diperlukan latihan bertahun-tahun. Sama halnya dengan belajar menulis. Untuk sekedar bisa menulis, dibutuhkan waktu beberapa bulan saja, tetapi untuk menjadi penulis yang handal, yang tulisan-tulisannya ditunggu oleh para pembaca, tentu dibutuhkan waktu latihan yang lebih lama lagi.
Seorang yang hendak melakukan kegiatan menulis setidaknya harus menguasai empat keterampilan berbahasa. Empat keterampilan berbahasa itu ialah mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Untuk sekedar mendengar atau menyimak, asalkan telinga kita tidak bermasalah, siapapun bisa melakukannya. Namun, untuk menjadi pendengar yang mampu memahami pembicaraan diperlukan kemampuan mendengar yang baik, atau menguasai teknik mendengar. Sama halnya dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis. Untuk menjadi pembicara, pembaca dan penulis yang baik, maka ia harus menguasai teknik-tekniknya.
BEKAL UNTUK CALON PENULIS
Seorang penulis atau seorang peneliti yang hendak membuat tulisan, agar mampu melakukan kegiatan menulis dengan baik, diperlukan bekal yang memadai. Ismail Marahimin, (2001) menyebut seorang penulis harus mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan petunjuk umum yang harus dikuasai, sebelum penulis itu memilih bentuk tulisan yang akan diselesaikannya. Ketidakberdayaan seorang peneliti atau seorang penulis menyelesaikan karya tulisnya, mungkin disebabkan dia tidak memiliki bekal yang cukup saat memulai menulis, sehingga banyak kendala yang kemudian ditemui. Agar kegiatan menulis ini lancar, tanpa kendala yang berarti, maka seorang penulis harus memiliki bekal, mengetahui petunjuk umum bagi calon penulis, sebagai berikut.
• Membaca Sebagai Sarana Utama
Keempat keterampilan berbahasa saling terkait satu sama lain. Keterampilan berbicara berkaitan dengan mendengar. Orang yang tidak bisa mendengar atau tuli tidak bisa berbicara. Kaitan antara membaca dan menulis juga cukup erat. Para ahli mengatakan bahwa untuk dapat menulis kita harus banyak membaca. Membaca adalah sarana utama menuju keterampilan menulis.
• Latar Belakang Informasi
Jika Anda merasa kesulitan menuangkan ide, perlu diwaspadai barangkali latar belakang informasi yang akan ditulis kurang lengkap. Sama halnya ketika Anda ingin
mencari alamat seseorang, sedangkan alamatnya kurang lengkap, maka Anda akan mengalami kesulitan. Pun demikian ketika seseorang menanyakan tentang cara membuat minyak klentik, padahal Anda belum mengetahuinya. Tentu Anda akan kesulitan untuk memberikan penjelasan. Jika Anda harus menulis sesuatu yang minim informasi, maka Anda akan berputar-putar di sekitar masalah itu ke situ, penuh dengan klise-klise usang, kering dan kerdil. Untuk menghindari hal itu, maka ketika hendak menulis tentang apa saja, kumpulkan informasi sebanyak mungkin. Seorang penulis dengan latar belakang yang luas membuat Anda mudah meramunya. Anda bisa menulis dengan irama air, mengalir tanpa henti atau seperti hembusan angin. Hasilnya pun bukan kata-kata klise, tetapi sebuah karya yang padat, memiliki referensi atau kerangka referensi yang luas.
• Well-rounded Man
Seorang calon penulis, atau yang hendak menyelesaikan tulisan, hendaknya dia memiliki citra well-rounded man atau gambaran seorang yang sempurna ibarat bulatnya bola. Bola yang bulat menyebabkan dia bisa menggelinding kemana saja. Maknanya, seorang penulis harus mengetahui serba sedikit tentang apa saja yang ada di dunia ini. Disamping ilmu kejuruannya, katakan dia seorang sarjana Matematika, tetapi dia mengetahui tentang cara memasak ikan, cara mengoperasikan komputer, sejarah bangsa, dan lain-lain. Dia akan menjadi manusia yang bercitra well-ounded man jika ia banyak membaca, atau menggali berbagai pengalaman hidup. Dengan banyaknya pengalaman, maka kita akan sangat mudah saat meramu laporan penelitian karya ilmiah.
• Memiliki Kepekaan
Kepekaan yang dimaksud di sini ialah kepekaan bahasa dan kepekaan terhadap subtansi atau materi. Kepekaan terhadap bahasa ialah peka terhadap hal-hal yang menyangkut bentuk tulisan, paragraph, kalimat, arti kata, arti kiasan, bunyi kata, diksi dan lain-lain. Sering kita dapati sebuah tulisan yang kurang tepat, kalimat rancu, atau hal-hal yang sifatnya kebahasaan dan berpengaruh terhadap makna. Sedangkan kepekaan subtansi atau materi menyangkut isi tulisan. Banyak orang kecewa, saat mengetahui isi sebuah buku yang ditulis dengan bahasa yang berbunga-bunga, tapi tidak ada apa-apanya. Bahkan banyak tema buku yang tidak sesuai dengan isinya. Ada tulisan yang memuat ide
sebesar jari tangan, tapi ditulis dalam bingkai sebesar gajah bengkak, atau idenya sebesar jerapah ditulis dalam kalimat sekecil semut merah. Nah, perlu juga diketahui kepekaan bahasa ini juga diperoleh dari hasil membaca.
• Copy The Master
Ketika saya pertama kali ingin membuat karya tulis, bingungnya minta ampun. Ternyata kerangka saja karya ilmiah yang diberikan oleh dosen pembimbing tidak cukup. Saya berusaha minta bantuan orang yang pernah punya pengalaman menulis skripsi. Tapi, lambatnya minta ampun. Akhirnya, saya pergi keperpustakaan kampus dan mendapatkan contoh skripsi yang serupa. Dengan melihat contoh yang sudah ada, dengan mudahnya saya membuat laporan karya tulis. Cara inilah yang disebut Copy The Master, alias meniru master yang ada. Namun, perlu digarisbawahi, yang dimaksud dengan meniru ini bukan menjiplak. Kita membuat model yang sama, tetapi isinya berbeda. Contoh yang ada memudahkan kita membuat alur tulisan sesuai contoh atau sesuai master yang ada.
Model Copy The Master diilhami dari kebiasaan orang China dalam belajar melukis. Seorang siswa calon pelukis diberi master lukisan yang sudah bagus. Siswa itu harus meniru lukisan itu. Ia dinyatakan lulus jika sudah bisa meniru persis lukisan tersebut. Cara belajar ini kemudian diadopsi untuk belajar membuat tulisan. Dalam kaitan membuat karya tulis kita bisa membaca berbagai karya tulis dengan gaya tertentu, maka kita akan bisa menirunya. Contohnya, jika kita ingin membuat novel silat, dengan membaca seratus novel silat, maka kita bisa membuat novel serupa. Nah, kalau ingin membuat laporan karya ilmiah, kita bisa melihat contoh karya ilmiah yang sudah jadi, dan kita bisa meniru bentuk laporannya. Sekali lagi, meniru yang bukan berarti menjiplak.
• Tulis Ulang
Ismail Marahimin (2001:22) mengingatkan agar sebagai calon penulis kita harus menghindari tiga perasaan, yaitu rasa cepat puas, sikap ingin menang sendiri dan cepat putus asa. Ketiga hal ini harus dibuang jauh-jauh, karena akan menjadi hambatan bagi seorang penulis. Sebut saja, jika Anda seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi,
lalu draft Anda dicoret, jika Anda cepat marah, cepat putus asa, maka Anda akan mengalami kendala. Mungkin, skripsi atau tulisan yang Anda buat tidak akan pernah selesai. Biaya yang sudah kita keluarkan akan menjadi mubazir, sebab skripsi Anda masih terkatung-katung.
Jika Anda menulis untuk ditawarkan ke penerbit, maka Anda harus mau menulis ulang. Banyak penulis besar, termasuk Kalil Gibran menjadi orang besar setelah berkali-kali gagal tulisannya ditolak penerbit. J.K. Rowling yang kekayaannya melebihi kekayaan ratu Inggris dari karyanya, serial Harry Potter mengalami hal yang sama. Bercermin dari kisah para penulis besar, tidak masalah kalau kita mau mengulangi karya-karya kita yang gagal.
• Panjang Tulisan
Panjang tulisan itu sangat tergantung dari bahan yang akan kita tulis. Selama tidak ada aturan yang membatasi (untuk lomba biasanya dibatasi, minimal panjang tulisan atau jumlah halaman), maka Anda boleh terus menulis sesuai bahan yang tersedia. Kalau bahan masih ada, teruskan menulis, kalau bahan sudah habis, berhentilah menulis. Jangan memaksa terus menulis kalau bahan habis, nanti tulisan Anda banyak bohongnya, dan jangan berhenti selagi bahan masih ada, nanti tulisan Anda kurang lengkap atau banyak bolongnya.
Setelah bekal di atas, Anda masih harus memikirkan beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan tulis-menulis, seperti tulisan itu harus unity dan coherence atau kesatuan dan kepaduan, transisi, gaya bahasa, perbandingan, peribahasa, struktur, sintaksis, pengulangan, tanda baca, diksi, rima, laras, warna, sampai pengetahuan tentang wacana, paragraf atau alinea, tema dan judul. Pemahaman Anda akan hal-hal yang berkaitan dengan sisi kebahasaan, sekali lagi harus Anda peroleh dari kegiatan membaca. Sekali lagi, membaca memang menjadi sarana utama!
Diposting oleh Irhams di 20.18 0 komentar
Label: tips dan tutorial